Ini kali pertama saya menulis review sebuah film. Bukan apa-apa sih, karena sampai sebelum ini saya belum menemukan film yang menggugah saya untuk menuliskan review-nya. Tapi ini beda, sebuah film legendaris yang part 1 -nya bahkan dimulai 14 tahun yang lalu.
Apa lagi kalau bukan, Ada Apa Dengan Cinta (AADC) (!)
Film Indonesia yang mampu menjadi "trendsetter" dan ditonton jutaan rakyat Indonesia, diulang-ulang pun bahkan tak bosan. Berlebihan? Tidak, menurut saya karena kenyataannya memang berkata seperti itu. Lihat saja rekor dua juta penonton dalam 8 hari diraih AADC 2. Animo masyarakat tak surut untuk menyaksikan kembali kisah cinta Rangga-Cinta.
Tokoh pasangan Rangga-Cinta ini tak ubahnya seperti Galih-Ratna "Gita Cinta SMA" di era 70'an dan Jack-Rose "Titanic" atau Romeo-Juliet karya Shakespeare yang kemudian di-film-kan. Setelah cerita berakhir "menggantung" di akhir AADC1 dengan scene ciuman perpisahan Rangga-Cinta, Rangga berangkat ke New York, menjanjikan kehadirannya kembali di satu purnama berikutnya.
Nyatanya? AADC 2 menjawab penasaran para penonton itu 14 tahun kemudian.
Saya tidak hendak membocorkan spoiler ceritanya, saya tahu betul menonton tidak akan asyik ketika kamu sudah menduga jalan ceritanya. Walau saya bukan orang film, tapi selera saya cukup bisa dipertimbangkan haha.