Pages

Tuesday 31 March 2015

Demi Sebuah Citra

Pagi ini seperti biasa, sarapan nasi pecel, duduk di meja makan bersama mama. Papa seperti biasa makan menyendiri di ruang tamu.

Sambil makan, mama bercerita.
Dalam perjalanan belanja harian untuk memasak bakso dan sekalian membeli nasi pecel, dia menemui razia satpol pp di jalanan Kota Madiun. Target razia adalah bakul makanan/minuman yang biasa berjualan di tepi jalan. Saat itu yang mama lihat, seorang petugas mengangkut habis dagangan seorang ibu yang sudah histeris menangis berteriak memohon untuk tidak diangkut. Mama pun berinisiatif memberitahu pedagang di jalan lain yang belum dilewati satpol pp untuk memberesi dagangannya sebelum diangkut paksa petugas.

Kata mama, sejak kemarin sampai hari Kamis nanti, pedagang kaki lima dilarang berjualan di sepanjang jalanan Kota Madiun karena selama empat hari ini akan ada penilaian Piala Adipura. Adipura adalah penghargaan untuk kota-kota di Indonesia yang dinilai berhasil dalam kebersihan dan pengelolaan lingkungan hidup. Dalam penilaiannya, penghargaan terbagi menjadi dua kategori, Adipura Kencana dan Anugerah Adipura. Adipura Kencana ditandingkan untuk kota-kota yang sudah mendapat penghargaan Anugerah Adipura sebelumnya. Masing-masing diberikan untuk empat kategori kota: kota metropilitan, kota besar, kota sedang, dan kota kecil. FYI, Kota Madiun sudah 7x menyabet Anugerah Adipura, dan pada akhirnya tahun 2013 dan 2014 berhasil mendapat gelar Adipura Kencana peringkat pertama untuk kategori kota sedang. Dengan serentetan prestasi tersebut, tak heran Kota Madiun getol persiapan penilaian tahun 2015, mempertahankan prestasi konon katanya lebih berat daripada meraihnya di awal.

Tapi kali ini saya tak ingin membahas adipuranya, saya merasa sedikit janggal dengan persiapannya. Kota Madiun dan kebanyakan instansi lain (termasuk perusahaan saya) lebih peduli pada orientasi hasil akhir bukan orientasi proses.
Itu pula yang berkembang secara umum, hidup di norma masyarakat. Buktinya? Kota Madiun jauh lebih sibuk ketika hari-H penilaian dibandingkan memikirkan solusi untuk menjaga ketertiban lingkungan selama satu tahun berjalan. Saya pasti trenyuh kalau melihat langsung razia yang diceritakan mama tadi. Saya pikir, sebegitu pentingkah gelar adipura sampai harus mengambil hak warganya, jelas-jelas UUD 1945 mengatur di pasal 43 ayat 4 warga berhak melakukan tindakan ekonomi, begitu juga disebut di pasal 27 ayat 2 bahwa mereka berhak atas pekerjaan dan kehidupan yang layak.

Realita hidup memang tidak seideal yang diajarkan senior waktu ospek maba jaman kuliah dulu. Semasa menjadi mahasiswa, selalu ditanamkan untuk mementingkan orientasi proses daripada orientasi hasil, kita diyakinkan bahwa dengan menjalankan proses yang baik, hasil akan mengikuti. Tapi setelah bekerja, apa yang saya hadapi 180° berbeda. Pada umumnya masyarakat lebih melihat hasil akhir tanpa memperdulikan bagaimana prosesnya. Sistem sekelas pemerintahan Kota Madiun pun sanggup menyulap wajah lingkungan kotanya menjelang penilaian demi gelar Kota Terbersih, sementara proses yang seharusnya dilalui masih perlu evaluasi sana sini (baca beritanya di sini). Sama ketika saya berhadapan dengan keseharian di office, banyak hal yang bisa dibuat dalam sekejap untuk mendongkrak penilaian audit, untuk mengamankan situasi asli, atau untuk kebanggan prestasi. Memang hasilnya akan sesuai target, tapi semu. 

Fokus pada hasil akhir tidak semerta-merta haram hukumnya, bukan berarti juga proses yang dijalani akan jadi tidak baik. Cuma rasanya seperti membohongi diri sendiri ketika hasil akhirnya tidak mencerminkan prosesnya. Sekalipun saya bisa berkata seperti ini, saya pun sebenarnya tak jauh berbeda dengan mereka, saya takluk pada norma umum yang berlaku. Saya rupanya tidak sanggup menjadi orang idealis sendirian. Saya tak cukup kuat. 

Sampai sekarang saya belum punya formula untuk mengatasinya. Saya tak berkutik untuk hal-hal besar tapi setidaknya saya masih menanamkannya untuk diri sendiri. Semoga istiqomah.


1 comment:

  1. Pencitraan, mungkin karena penghargaan yang akan diterima jauuuuh lebih mengesankan dan memberi nilai lebih.. :(

    ReplyDelete