Menyambung tulisan sebelumnya tentang periksa kehamilan, saya mau melanjutkan cerita dengan tema yang masih sama tapi di tempat yang berbeda.
RSIA Resti Mulya
Jujur saya belum pernah mendengar RS ini sampai ketika saya mengurus BPJS. Bidan yang saya temui merekomendasikan RS ini sebagai tempat rujukan. Eh tapi akhirnnya saya dan suami tidak jadi pakai BPJS ya. Riweuh euy ngurusnya. Dan memang untuk kelahiran normal jika pakai BPJS dirujuk ke faskes 1 alias puskesmas, bidan, klinik bersalin, klinik pratama. Jadi penanganannya tidak menggunakan jasa dokter obgyn, itupun biaya persalinan hanya di-cover sebesar 600rb.
Jujur saya belum pernah mendengar RS ini sampai ketika saya mengurus BPJS. Bidan yang saya temui merekomendasikan RS ini sebagai tempat rujukan. Eh tapi akhirnnya saya dan suami tidak jadi pakai BPJS ya. Riweuh euy ngurusnya. Dan memang untuk kelahiran normal jika pakai BPJS dirujuk ke faskes 1 alias puskesmas, bidan, klinik bersalin, klinik pratama. Jadi penanganannya tidak menggunakan jasa dokter obgyn, itupun biaya persalinan hanya di-cover sebesar 600rb.
Oiya mengapa akhirnya saya dan suami "pusing" memikirkan biaya persalinan, karena ternyata biaya pemeriksaan kehamilan dan persalinan saya belum bisa di-cover asuransi kantor suami karena masa kerja suami belum genap 1 tahun, sementara syarat penerima fasilitas ini seperti tercantum di PKB-nya harus minimal bekerja selama 1 tahun dulu. Hiks. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, kami memutuskan menggunakan biaya pribadi, tapi sebagai konsekuensinya kami harus menurunkan idealisme, pilih RS dengan biaya yang lebih terjangkau. Nasehat para orangtua dan teman-teman yang sudah pernah melahirkan juga sama, pada intinya sih fasilitas kesehatan untuk melahirkan sekarang sudah memadai semua, entah itu klinik bersalin, rumah bidan, klinik pratama, RSU, RSIA, atau RS Swasta.
Back to topic, about RSIA Resti Mulya. Saya mulai searching informasi mengenai RS ini. Sayangnya RS tersebut tidak punya official website, profil Twitternya tidak update, hanya ada review Google, dan fan page Facebook yang masih cukup aktif oleh komentar pasien-pasiennya. Setidaknya itu membantu memberi gambaran pengalaman ibu-ibu yang pernah periksa dan melahirkan di RSIA Resti Mulya. Overall komentar yang saya baca positif, meski RS ini termasuk RS Tingkal III, tapi fasilitas dan dokternya cukup bagus. Dan yang makin membuat saya mantab melanjutkan pemeriksaan kehamilan di sini adalah lokasinya yang lebih dekat dari rumah, hanya 12 km dengan waktu tempuh sekitar 35 menit dari rumah. RS ini masuk dalam wilayah Jakarta Timur, di daerah Penggilingan. Saya kira daerah tersebut juga bukan daerah macet jadi kalaupun sewaktu-waktu saya kontraksi atau keadaan darurat lainnya, tidak butuh lama untuk mencapai RS tersebut.
Karena minimnya informasi terkait RS ini, termasuk dokter yang praktek dan jadwalnya, saya menelepon bagian informasi RSIA Resti Mulya. Nanti saya share hasil perburuan informasi di kunjungan pertama kontrol kehamilan di sana ya.
RSIA Resti Mulya memiliki 7 dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Mereka punya jadwal praktek tiap hari, dimana waktu prakteknya mayoritas di saat sore atau malam hari. Cocok untuk saya yang memang baru bisa periksa setelah Maghrib karena menunggu suami pulang kantor. Hasil pencarian rekomendasi dokter dari ibu-ibu di forum, saya awalnya memilih Dr. Siti Musrifah, SpOG, menurut mom-netizen beliau orang yang sabar, keibuan, tidak pelit informasi. Tapi berhubung ketika saya ke sana, beliau sedang cuti umroh sehingga saya diarahkan ke Dr. Surahman Hakim, SpOG (K) yang alhamdulillah bagus dan menyenangkan orangnya. FYI, saya pindah dokter dan RS ini di usia kehamilan 33w ya ibu-ibu.
Berikut ini ringkasan review saya tentang RSIA Resti Mulya, semoga bermanfaat.