Pages

Sunday, 24 July 2016

Pengalaman Kontrol Kehamilan di RSIA Resti Mulya

Menyambung tulisan sebelumnya tentang periksa kehamilan, saya mau melanjutkan cerita dengan tema yang masih sama tapi di tempat yang berbeda.

RSIA Resti Mulya
Jujur saya belum pernah mendengar RS ini sampai ketika saya mengurus BPJS. Bidan yang saya temui merekomendasikan RS ini sebagai tempat rujukan. Eh tapi akhirnnya saya dan suami tidak jadi pakai BPJS ya. Riweuh euy ngurusnya. Dan memang untuk kelahiran normal jika pakai BPJS dirujuk ke faskes 1 alias puskesmas, bidan, klinik bersalin, klinik pratama. Jadi penanganannya tidak menggunakan jasa dokter obgyn, itupun biaya persalinan hanya di-cover sebesar 600rb.

Oiya mengapa akhirnya saya dan suami "pusing" memikirkan biaya persalinan, karena ternyata biaya pemeriksaan kehamilan dan persalinan saya belum bisa di-cover asuransi kantor suami karena masa kerja suami belum genap 1 tahun, sementara syarat penerima fasilitas ini seperti tercantum di PKB-nya harus minimal bekerja selama 1 tahun dulu. Hiks. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, kami memutuskan menggunakan biaya pribadi, tapi sebagai konsekuensinya kami harus menurunkan idealisme, pilih RS dengan biaya yang lebih terjangkau. Nasehat para orangtua dan teman-teman yang sudah pernah melahirkan juga sama, pada intinya sih fasilitas kesehatan untuk melahirkan sekarang sudah memadai semua, entah itu klinik bersalin, rumah bidan, klinik pratama, RSU, RSIA, atau RS Swasta.

Back to topic, about RSIA Resti Mulya. Saya mulai searching informasi mengenai RS ini. Sayangnya RS tersebut tidak punya official website, profil Twitternya tidak update, hanya ada review Google, dan fan page Facebook yang masih cukup aktif oleh komentar pasien-pasiennya. Setidaknya itu membantu memberi gambaran pengalaman ibu-ibu yang pernah periksa dan melahirkan di RSIA Resti Mulya. Overall komentar yang saya baca positif, meski RS ini termasuk RS Tingkal III, tapi fasilitas dan dokternya cukup bagus. Dan yang makin membuat saya mantab melanjutkan pemeriksaan kehamilan di sini adalah lokasinya yang lebih dekat dari rumah, hanya 12 km dengan waktu tempuh sekitar 35 menit dari rumah. RS ini masuk dalam wilayah Jakarta Timur, di daerah Penggilingan. Saya kira daerah tersebut juga bukan daerah macet jadi kalaupun sewaktu-waktu saya kontraksi atau keadaan darurat lainnya, tidak butuh lama untuk mencapai RS tersebut.
Karena minimnya informasi terkait RS ini, termasuk dokter yang praktek dan jadwalnya, saya menelepon bagian informasi RSIA Resti Mulya. Nanti saya share hasil perburuan informasi di kunjungan pertama kontrol kehamilan di sana ya.

RSIA Resti Mulya memiliki 7 dokter spesialis kebidanan dan kandungan.  Mereka punya jadwal praktek tiap hari, dimana waktu prakteknya mayoritas di saat sore atau malam hari. Cocok untuk saya yang memang baru bisa periksa setelah Maghrib karena menunggu suami pulang kantor. Hasil pencarian rekomendasi dokter dari ibu-ibu di forum, saya awalnya memilih Dr. Siti Musrifah, SpOG, menurut mom-netizen beliau orang yang sabar, keibuan, tidak pelit informasi. Tapi berhubung ketika saya ke sana, beliau sedang cuti umroh sehingga saya diarahkan ke Dr. Surahman Hakim, SpOG (K) yang alhamdulillah bagus dan menyenangkan orangnya. FYI, saya pindah dokter dan RS ini di usia kehamilan 33w ya ibu-ibu.

Berikut ini ringkasan review saya tentang RSIA Resti Mulya, semoga bermanfaat.

Tuesday, 19 July 2016

Belanja Keperluan Newborn Baby

Semangat pagi ibu-ibu!

Blog ini tak terasa beralih fungsi, dulunya jadi tempat curhat sejak jaman kuliah, kerja di site, galau jodoh, dan sekarang menjadi sharing pengalaman menjalani peran istri dan (calon) ibu. Blog dengan topik ini sebenarnya sudah seambreng, banyaaak. Saya pun terbantu juga dengan informasi-informasi yang mereka bagikan lewat blog pribadinya. Begitulah saya jadi terinspirasi juga untuk berbagi pengalaman versi saya, siapa tau ada ibu-ibu lain yang nyasar kemari dan mendapatkan manfaat dari artikel-artikel di dalamnya.

InsyaAllah ini akan jadi pengalaman pertama bagi saya dan suami, anak pertama cuy. Dan juga cucu pertama di masing-masing keluarga kami. Jadi kebayang kan, kalau kami tidak punya role model soal menyoal hamil dan melahirkan ini, atau bahkan sekedar barang lungsuran dari pendahulu kami, hehehe... Oleh sebab itu saya merasa terbantu sekali dengan postingan ibu-ibu yang berbagi informasi via blog atau forum bumil di social media. Saya juga banyak membaca buku untuk menambah wawasan baru ini meski pada akhirnya walaupun secara teori oke, tapi practically masih awam sekali.
--

Saya mulai belanja keperluan bayi di usia kehamilan 34w setelah melewati hari raya Idul Fitri 1437H. Sebelum itu, saya sudah banyak follow online babyshop di Instagram dan banyak bertanya pada teman-teman yang sudah melahirkan sebelumnya. Tujuan mencari informasi pra shopping adalah (1) mencari referensi harga, (2) mengenal merk, (3) menentukan prioritas dan (4) membandingkan kualitas barangnya. Jadi ketika saya dan suami belanja di toko, kami tidak buta informasi, bisa nego harga dan memilih barang. Toko tempat kami belanja adalah Audrey Baby Shop yang berlokasi di ITC Cempaka Mas Lt. 3 Blok F No. 346-350 Jakarta Pusat. Keberadaan toko ini kami ketahui dari rekomendasi ibu-ibu di forum dan blog pribadinya. Reviewnya lengkap semua tersedia, dan harganya miring. Baiklah mari kita berburu! Siapkan tenaga dan (isi) dompet ><

Friday, 15 July 2016

Pengalaman Kontrol Kehamilan di RSIA Hermina Bekasi

Tak terasa usia kehamilan saya akan memasuki penghujung trisemester tiga, atau dengan kata lain, masa persalinan sudah di depan mata.

Saya ingin berbagi cerita memilih RSIA untuk kontrol kehamilan dan persalinan (nantinya) di daerah Bekasi dan Jakarta Timur. Dari usia kehamilan 1 bulan, saya sebenarnya sudah memilih langsung RSIA Hermina Bekasi sebagai tempat periksa. Hal ini didasari karena rekomendasi ibu-ibu di berbagai forum dunia maya. Dan setau saya memang Hermina terkenal track record-nya sebagai RS khusus ibu anak yang bagus dan punya banyak pilihan dokter obgyn. Selain itu lokasinya juga tidak terlalu jauh dari rumah, kira-kira 14 km dengan waktu tempuh 45-50 menit (kondisi lancar). Di RSIA Hermina Bekasi, terdapat 32 dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan, mereka punya jadwal praktek setiap hari, pagi hingga malam. Jadi ibu-ibu punya pilihan banyak yang bisa disesuaikan dengan keperluan dan jadwal kosongnya.

Pilihan dokter obgyn saya jatuh pada Dr. Yuditia Purwosunu, SpOG (K). Sekali lagi pertimbangannya yang pertama adalah dari rekomendasi ibu-ibu di forum dunia maya. Banyak di antara mereka menyebutkan Dr. Yudit yang baik, ramah, pintar, ahli feto, spesialis usg 4d, dan masih banyak lagi komentar positif dari mereka. Btw, jadwal praktek dokter RSIA Hermina bisa dilihat di websitenya lho, klik di sini.

Overall ini review saya selama kontrol kehamilan di RSIA Hermina Bekasi: